Langit, senja Dan Rinduku.. 

Bagai kehidupan Yang mulai mencium bibir kematian 

Rinduku tertahan di Situ 

Batas antara tapal langit dan ujung samudra

Sekarat, tak berdaya 

Ku ajak dia menjauh 

Menapaki kaki gunung Yang menghijau 

Tetap saja tak bergeming

Rinduku tertahan di Situ 

Dimana senja mulai menjelma menjadi gelap

Mengukuhkan wujud cahaya Para bintang 

Tapi,  Rinduku tetap disitu

Sekarat

Dan tak bergeming.. 

Cinta & Rindu..

1476697_712991542047091_510546200_n

kau tahu saat kau menyatakan cinta itu sepaket dengan rindu yang terbungkus dalam rasa yang sama. jadi jangan menyatakan cinta jika akhirnya kau malah mengabaikan rindu yang akhirnya akan menjadi sakit.

harusnya jangan memberi cinta jika kau akhirnya menyikiti cinta itu dengan rindu yang sakit. kau sama saja dengan pembunuh yang tersenyum manis sebelum menusukkan belati kedada orang yang kau hargai. sama seperti srigala berbulu domba yang ada dalam cerita si pengembala.

Bertahan…

603286_10151546357512306_1353616379_n_large

apa kau tahu aku disini bersusah payah untuk bertahan?!

bertahan untuk tidak berlari kearahmu lagi

bertahan untuk tidak selalu mencarimu lagi saat kau mulai menghilang

bertahan untuk tak selalu memikirkanmu

bertahan untuk tak lagi kembali berharap tentangmu

dan entah sampai kapan aku mampu bertahan dengan semua kepura-puraan ini

entah sampai kapan aku bisa menghindar dan tak ingin mengakui bahwa aku sudah mulai menuliskanmu lagi dalam hidupku..

 

Just another Rainy day..

Just another Rainy day..

“ah… hujan lagi” gumamnya dalam hati.

Dan gadis dengan jilbab coklat lebar yang menutupi separuh badannya itu menghela napas. Sejujurnya dia sangat menyukai hujan, dulu. Bunyi tetesan air yang jatuh menimpa atap rumah, bau tanah yang harum, warna kelabu yang menenangkan, dan tetesan-tetesannya yang jatuh ke tanah menciptakan lukisan-lukisan polkadot transparan yang sedetik kemudian menghilang. Baginya, itu semua layaknya hadiah dari tuhan hanya untuknya.

Tapi sekarang, hujan itu tak lagi menenangkan. Hujan itu, bunyi tetasan air yang menimpa atap rumah, bau tanah yag khas, warna kelabu, dan lukisan-lukisan polkadot itu tak lagi menyimpan kebahagiaan untuknya. Hadiah dari tuhan itu kini hanya semakin menyesakkan langkahnya,

aku dan kamu….

aku dan kamu terikat dengan takdir yang rumit.

saat aku memutuskan untuk berhenti berharap tentangmu, kau datang, tiba-tiba saja seperti hembusan angin. memberi kesejukan yang tak ingin aku berpaling.

namun…

saat aku meimilih untuk bertahan tentangmu, kau pergi. bukan, bukan pergi, lebih tepatnya menghilang, karena seseorang yang pergi dia akan lebih dulu mengucapkan kata “selamat tinggal” tapi tidak denganmu. keberadaanmu tiba-tiba saja sudah menjadi tak ada dan aku terlalu takut untuk mencari. terlalu takut untuk bertanya padamu meski aku tahu aku bisa. karena siapa tahu menghilangnya dirimu ternyata kau telah menulis cerita indah dengan yang lain dan aku tidak ingin menangis dengan cerita yang sama lagi.

lalu harus bagaimana aku?

bertahan walau harus menangis? atau memilih pergi meski akhirnya kepergian itu mengubah diriku bukan menjadi diriku lagi?

 

Hujan..

Hujan..

“Hujan”

dan ketika mendung berlarian menutupi birunya langit

ada yang tak sabar disana untuk bertemu dengan tanah

membasahinya dengan ribuan kesetiaan

itulah sang hujan

meski terus terjatuh dia tetap bernyanyi..